Jumat, 09 November 2012

Teori Perjanjian Masyarakat


a.  Thomas  Hobbes  (1588-1679)
Menurut  Thomas  Hobbes, kehidupan  manusia sebelum adanya  negara  terdapat   dalam     keadaan alamiah sama sekali  bukan  keadaan  yang aman  dan sejahtera,   akan tetapi sebaliknya  keadaan alamiah  merupakan  keadaan  yang  kacau,  tanpa  hukum,  tanpa  pemerintah,  dan  tanpa  ikatan-ikatan  sosial  antar  individu  di  dalamnya. Kondisi  ini  sering disebut  sebagai  homo homini lupus (manusia  satu   menjadi serigala  bagi  manusia  yang  lain)  dan  juga   sering  disebut  istilah  omnium bellum  contra omnes (semua  melawan semua).
Dari  kondisi  alamiah  tersebut maka  kemudian     warga  masyarakat   berusaha  membuat  kesepakatan   agar  terjadi  kondisi  tertib sosial  yang  mampu  mengatur  kondisi   kacau  balau itu,  dalam  bentuk   Pactum Subjectionis. Hal  ini   adalah  bermakna   kontrak  dan perjanjian  bersama  individu-individu  dalam  masyarakat   yang  tadinya  dalam  keadaan alamiah  berjanji  akan  menyerahkan semua  hak-hak  kodrat  yang dimilikinya  kepada seseorang  atau sebuah  badan  yang disebut  negara.  Negara   dalam  hal  ini  bersifat  absolut  atau  sering disebut  Leviathan.

b. John Locke (1632-1704)
Berbeda  dengan  Hobbes  yang  melihat  keadaan almiah  sebagai suatu  keadaan yang  kacau, John Locke   justru  melihatnya  sebagai  suatu  keadaan  yang  damai, penuh  komitmen, saling   menolog  anatara  individu-individu   di  dalam sebuah  kelompok  masyarakat. Sekalipun  keadaan alamiah  dalam  pandangan Locke  merupakan  sesuatu  yang ideal, ia  berpendapat  bahwa  keadaan  ideal  tersebut  memiliki  potensi  terjadinya   kekacauaan  lantaran  tidak adanya  organisasi   dan  pimpinan   yang  mengatur kehidupan  mereka.  Di  sini  unsur  pimpinan  atau  negara  menjadi  sangat  penting  demi menghindari  konflik  antara  warga  negara  bersandar  pada  alasan  inilah  negara  mutlak  didirikan.
Penyerahan  diri  warga  negara  untuk  menjamin  kondisi alamiah  yang ideal  inilah  yang disebut Pactum Unionis. Dalam  hal  ini  yang membedakan  Locke  dengan  Hobbes,  bahwa  justru  kehadiran adanya  negara  untuk  menjamin  hak-hak  individu. Untuk  itulah  penyelenggara  negara  atau  pimpinan  negara  harus  dibatasai  dalam suatu  kontrak sosial.  Paling  tidak   terdapat  tiga  hak   dasar  yang  tidak diberikan  kepada  negara  yaitu:  hak  hidup,  hak  tempat tinggal dan  hak  kebebasan.  Hal ini  merupakan  hak-hak alamiah  yang  merupakan  hak asasi  warga  negara   yang tidak  dapat dilepaskan kepada  negara. Justru  negara   harus  menjamin  hak  tersebut  agar tidak  dirampas  orang  lain. 

c.       Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Menurut  Rousseau keberadaan  suatu  negara  bersandar  pada  perjanjian  warga  negara  untuk  mengikatkan  diri  dengan  suatu  pemerintah   yang dilakukan  melalui   organisasi  politik. Menurutnya, pemerintah  tidak  dimiliki  dasar  kontraktual, melainkan  hanya  organisasi  politiklah  yang dibentuk  melalui  kontrak.  Pemerintah  sebagai  pimpinan  organisasi negara dibentuk  dan ditentukan  oleh  yang berdaulat  dan merupakan   wakil-wakil   dari  warga  negara.  Yang  berdaulat  adalah  rakyat seluruhnya  melalui kemauan umum-nya.  Pemerintah  tidak  lebih  dari sebuah  komisi  atau  pekerja  yang  melaksanakan  mandat  bersama.
Melalui  pandangannya  ini, Rousseau  dikenal sebagai  peletak  dasar  bentuk  negara  yang  kedaulatannya   berada  di  tangan  rakyat  melalui   perwakilan   organisasi  politik  mereka. Dengan  kata  lain,  ia  juga  sekaligus  dikenal sebagai penggagas  paham  negara demokrasi  yang  bersumberkan  pada  kedaulatan  rakyat, yakni   rakyat yang  berdaulat  dan penguasa-penguasa  negara hanyalah  merupakan wakil-wakil  rakyat pelaksana  mandat  bersama.
Dalam  teori  perjanjian   Masyarakat  versi JJ Rousseau  ini   perlu  diperhatikan  konsep-konsep  lembaga  politik  atau  organisasi  politik, pengertian  kedaulatan  rakyat dan  pengertian  kehendak  umum  yang  biasanya  tercermin  dalam  pendapat  umum  (Public opinion).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar